- marketing@bspguard.com
- 0804-1-277-277
- GRAHA BSP, JL. DEWI SARTIKA NO. 4A, CILILITAN
Pentingnya Penampilan Rapi bagi Cleaning Service di Lingkungan Kantor
BSP ALIH DAYA | Dalam dunia yang serba cepat dan kompetitif ini, kesan pertama sangatlah penting. Terutama di lingkungan kantor yang sering kali menjadi wajah dari sebuah perusahaan. Salah satu aspek yang sering kali diabaikan namun memiliki dampak besar terhadap persepsi karyawan dan klien adalah penampilan cleaning service.
Sebagai tenaga kebersihan, seorang cleaning service tidak hanya bertanggung jawab untuk menjaga kebersihan ruang kerja, tetapi juga harus memperhatikan penampilan mereka saat bekerja. Kali ini kita akan membahas pentingnya penampilan rapi bagi seorang cleaning service di kantor.
1. Menciptakan Kesan Pertama yang Positif
Penampilan rapi seorang cleaning service dapat menciptakan kesan pertama yang positif. Ketika karyawan atau pengunjung melihat seorang cleaning service yang berpakaian bersih dan teratur, mereka akan lebih menghargai pekerjaan yang dilakukan. Sebaliknya, penampilan yang acak-acakan dapat menimbulkan kesan kurang profesional dan dapat mempengaruhi bagaimana karyawan dan pengunjung memandang perusahaan tersebut secara keseluruhan.
2. Menunjukkan Profesionalisme
Seorang cleaning service yang berpenampilan rapi menunjukkan sikap profesionalisme. Mereka menjadi simbol dari standar kebersihan yang dijunjung tinggi oleh perusahaan. Dengan mengenakan seragam yang bersih, sepatu yang sesuai, dan menjaga penampilan pribadi, mereka menunjukkan bahwa mereka serius dalam menjalankan tugas mereka. Hal ini akan menambah kepercayaan dari pihak manajemen dan karyawan lainnya terhadap kinerja mereka.
3. Mendorong Rasa Hormat
Rasa hormat dalam lingkungan kerja harus dibangun dari berbagai aspek, termasuk penampilan. Seorang cleaning service yang berpakaian rapi dan bersih akan lebih dihormati oleh karyawan lain. Selain itu, hal ini juga dapat membantu dalam membangun budaya kerja yang saling menghargai antara semua pihak di organisasi. Semua orang, terlepas dari posisi atau peran mereka, harus dihargai dan diperlakukan dengan baik.
4. Menjadi Role Model
Penampilan yang rapi dari seorang cleaning service juga dapat berfungsi sebagai inspirasi bagi karyawan lainnya. Jika seorang cleaning service terlihat profesional, hal itu dapat mendorong karyawan lainnya untuk juga memperhatikan penampilan mereka. Dalam suatu tim, menunjukkan kedisiplinan dalam hal penampilan dapat menciptakan iklim kerja yang lebih baik dan meningkatkan moral serta produktivitas tim secara keseluruhan.
5. Menjaminkan Standar Kebersihan
Penampilan rapi senantiasa berkaitan erat dengan kebersihan. Ketika seorang cleaning service tampak bersih dan terawat, itu menunjukkan bahwa mereka juga menjaga kebersihan area kerja dengan baik. Karyawan dan pengunjung akan lebih yakin bahwa ruang kerja dan fasilitas lainnya dikelola dengan standar yang tinggi. Hal ini penting untuk menciptakan lingkungan kerja yang nyaman dan mendukung produktivitas.
6. Meningkatkan Kepercayaan Diri
Penampilan yang rapi juga berpengaruh pada kepercayaan diri seorang cleaning service. Ketika mereka merasa baik tentang bagaimana mereka tampil, itu bisa meningkatkan semangat kerja dan efisiensi dalam menjalankan tugas. Rasa percaya diri ini dapat berkontribusi pada performa kerja mereka, serta membuat mereka lebih berinisiasi dalam menjalankan tanggung jawab.
7. Penyesuaian dengan Lingkungan Kerja
Setiap perusahaan memiliki budaya dan suasana kerja yang berbeda. Seorang cleaning service perlu menyesuaikan penampilan mereka dengan nilai-nilai perusahaan tersebut. Keberadaan seragam atau panduan penampilan yang sesuai dapat membantu mereka menyesuaikan diri dengan lingkungan tersebut. Penyesuaian ini akan memudahkan mereka untuk beradaptasi dan mendapatkan pengakuan dari rekan kerja dan atasan.
8. Dampak Positif pada Kesehatan Mental
Penampilan yang rapi juga dapat memberikan dampak positif terhadap kesehatan mental seorang cleaning service. Merawat penampilan diri dan mengenakan pakaian yang bersih dapat meningkatkan mood mereka secara keseluruhan. Hal ini menjadi penting, mengingat pekerjaan sebagai cleaning service sering kali dipandang sebelah mata dan memiliki tantangan tersendiri. Dengan merasa lebih baik tentang diri mereka sendiri, mereka dapat menjalani pekerjaan dengan lebih semangat.
Dalam dunia kerja yang semakin kompetitif, perhatian terhadap detail dalam penampilan adalah salah satu cara untuk menunjukkan dedikasi dan komitmen terhadap pekerjaan. Oleh karena itu, penting bagi manajer atau perusahaan pihak ketiga yang menyediakan seragam yang rapi dan sesuai serta mengedukasi para cleaning service mengenai pentingnya menjaga penampilan mereka dalam menjalankan tugasnya.[]
APSI Menyelenggarakan Seminar Security di Pameran Indo Security 2024
BSP ALIH DAYA | Jakarta–PT Napindo Media Ashatama (Napindo) berkolaborasi dengan Kementerian PUPR dan asosiasi-asosiasi pendukung menyelenggarakan pameran dan forum internasional: Indo Water, Indo Waste & Recycling, Indo Renergy & Electric, Indo Security, Indo Firex, serta Indonesia International Smart City Expo (IISMEX) 2024 Expo & Forum, berhasil menghadirkan 542 peserta pameran dari 31 negara.
Kegiatan ini digelar pada 18-20 September 2024 dan diikuti lebih dari 700 peserta dari 26 negara. Indo Water dilaksanakan untuk mendukung langkah pemerintah Indonesia dalam meningkatkan akses sanitasi yang baik bagi masyarakat dengan mempromosikan peran dan keterlibatan masyarakat.
Managing Director PT Napindo Media Ashatama mengungkapkan dalam sambutan Opening Ceremony, acara yang berlangsung selama tiga hari di JIExpo Kemayoran ini terwujud berkat kolaborasi erat Napindo dengan berbagai lembaga pemerintah, termasuk Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, serta Kepolisian Republik Indonesia (POLRI) ditambah dukungan dari kementerian, lembaga, dan asosiasi terkait lainnya.
“Sinergi ini menunjukkan komitmen bersama dalam mendorong pertumbuhan sektor-sektor vital yang mendukung pengembangan kota cerdas dan industri terkait,” ujarnya.
Delapan paviliun negara turut tampil, antara lain Indonesia, Austria, Cina, Jerman, Korea Selatan, Singapura, Swiss, dan Turki. Dengan kehadiran berbagai negara, mencerminkan pentingnya kegiatan ini sebagai platform internasional untuk bertukar ide, teknologi dan inovasi terkini.
“Kami mengajak para pengunjung untuk memperkaya wawasan dan membuka peluang kolaborasi lebih lanjut. Pameran ini memberikan gambaran langsung tentang inovasi mutakhir yang dapat diterapkan di berbagai sektor, baik di bidang teknologi air, pengelolaan limbah dan daur ulang, energi baru terbarukan dan kelistrikan, keamanan, kebakaran, SAR, penanggulangan bencana dan K3, maupun solusi kota cerdas,” ungkapnya.
Sementara itu, salah satu asosiasi yang selalu turut hadir mendukung acara Napindo ini adalah Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI). APSI hadir untuk memberikan edukasi terkait dunia pengamanan industri yang digelar di JIExpo pada Jumat 20 September 2024 ini.
Menurut Ketua Umum APSI Abdul Aziz Said, APSI sudah sejak lama menjalin kerjasama dalam Indo Security berlevel internasional yang diselenggarakan Napindo ini. Tahun ini, APSI mengadakan Seminar Security dengan tema ‘Effective Management And Safeguarding Of Major Events’. Adapun sebagai pembicara adalah Nugroho Setiawan,S.S., ICPS, Dewan Pakar DPP APSI, Praktisi Pengamanan, dan FIFA & AFC Security Officer.
“Kami berharap para peserta bisa mengambil ilmu dari Pak Nugroho, seorang yang expert di bidang pengamanan event besar, khususnya event pertandingan sepak bola, pengamanan konser dan banyak lagi,” ungkapnya.
Perhelatan expo ini juga menjadi tempat berkumpul para pelaku bisnis industri security dalam membangun jaringan, mengetahui sumber produk baru, membangun kemitraan bisnis, dan mendapat informasi terkini tentang tren serta perkembangan industri pengamanan terkini.[]
Bersama ABADI, Direktur BSP Alih Daya Goes to Australia
BSP ALIH DAYA | Indonesia Outsourcing Assocciation atau Asosiasi Bisnis Alih Daya Indonesia (IOA/ABADI) yang didirikan pada tahun 2007 ini terus melakukan kegiatan untuk pengembangan organisasi. Kali ini, ABADI melakukan kunjungan ke Konsultat Jenderal RI di Sydney Australia.
Kunjungan ke Konsulat Sydney Australia ini berlangung pada Rabu, 18 September 2024. Tujuan dari pertemuan ini adalah untuk memperkenalkan dan mempererat ikatan ABADI dengan perwakilan Indonesia di Australia yang berfokus pada peningkatan sistem perlindungan tenaga kerja untuk pekerja alih daya dan platform, melalui kewenangan dan dan pemahaman mendalam dari KJRI Sydney.
Inisiatif ini sejalan dengan misi ABADI untuk meningkatkan standar dan praktik dalam sektor alih daya Indonesia, khususnya terkait perlindungan pekerja, pelatihan, dan pengembangan tenaga kerja alih daya.

Adapun topik diskusi di KJRI Sydney antara lain: Overview Konsulat Jenderal Republik Indonesia Sydney dan ABADI, pengenalan kegiatan kekonsuleran yang dilakukan KJRI Sydney, pemaparan mengenai pelindungan WNI di wilayah kerja KJRI Sydney, termasuk program peduli WNI dan program BETA SIAGA, serta Diskusi mengenai tenaga kerja dan kesempatan kerja di Sydney.
Adapun peserta dari KJRI Sydney yang ikut adalah: Arya Putubaya, Konsul Protkons I, Nurfika Wijayanti, Konsul Ekonomi dan Erna Sugih Priatin, Konsul Protkons II.
Sedangkan peserta dari ABADI yang hadir merupakan pengurus dan member ABADI. Salah satunya adalah Direktur PT. Bravo Satria Perkasa (BSP) Alih Daya H. Djarot Soeprianto. Semoga melalui program kunjungan ini memberikan pengalaman yang berharga untuk jasa outsourcing di Indonesia. []
Peralatan Wajib untuk Cleaning Service Saat Bekerja
BSP ALIH DAYA | Cleaning service merupakan profesi yang tidak hanya membutuhkan keterampilan dalam membersihkan, tetapi juga membutuhkan peralatan yang tepat agar pekerjaan dapat dilakukan dengan efektif dan efisien.
Peralatan yang digunakan oleh cleaning service sangat beragam, tergantung pada jenis pekerjaan dan area yang harus dibersihkan. Kali ini, kita akan membahas peralatan-peralatan yang wajib dibawa oleh seorang cleaning service saat bekerja.
1. Alat Pembersih Dasar
Alat pembersih dasar adalah perlengkapan yang paling penting dan wajib dibawa oleh seorang cleaning service. Beberapa di antaranya meliputi:
- Sapu dan Pengki: Alat ini digunakan untuk menyapu debu dan kotoran dari permukaan lantai. Sapu dengan bulu yang lembut akan lebih efektif dalam mengumpulkan debu, sementara pengki akan membantu dalam memindahkan kotoran ke tempat sampah.
- Kain Mikrofiber: Kain ini sangat efektif dalam mengangkat debu dan kotoran tanpa harus menggunakan bahan kimia tambahan. Selain itu, kain mikrofiber juga dapat digunakan untuk membersihkan permukaan kaca dan furniture.
- Pel dan Ember: Pel dan ember adalah peralatan dasar untuk membersihkan lantai dengan air dan deterjen. Pel yang berbahan microfiber atau spons dapat menyerap cairan dengan baik dan memberikan hasil bersih yang maksimal.
2. Produk Pembersih
Selain alat, produk pembersih juga sangat penting dalam pekerjaan cleaning service. Beberapa produk pembersih yang sebaiknya selalu tersedia meliputi:
- Deterjen: Digunakan untuk membersihkan berbagai jenis noda pada permukaan, baik itu lantai, dinding, maupun furniture. Pastikan memilih deterjen yang sesuai dengan permukaan yang akan dibersihkan.
- Pembersih Kaca: Ini adalah produk khusus untuk membersihkan kaca agar tidak ada bekas atau noda yang tertinggal setelah dibersihkan.
- Pembersih Lantai: Memilih pembersih lantai yang tepat sesuai dengan jenis lantai yang dibersihkan (kayu, keramik, atau vinyl) adalah langkah penting agar hasil lebih memuaskan.
3. Alat Pelindung Diri
Ketika bekerja, cleaning service juga harus memperhatikan keselamatan dan kesehatan diri. Oleh karena itu, beberapa alat pelindung diri (APD) harus selalu dipakai:
- Sarung Tangan: Sarung tangan melindungi tangan dari bahan kimia yang mungkin berbahaya dan juga menjaga tangan tetap bersih.
- Masker: Masker diperlukan untuk melindungi pernapasan dari debu dan bahan kimia yang mungkin terhirup saat bekerja.
- Sepatu Safety: Memakai sepatu yang nyaman dan aman adalah penting, terutama ketika bekerja di area yang berisiko tinggi untuk tergelincir atau terjatuh.
4. Alat Kebersihan Tambahan
Beberapa peralatan tambahan mungkin juga diperlukan tergantung pada jenis layanan yang diberikan. Beberapa di antaranya adalah:
- Vacuum Cleaner: Meski bukan alat yang sangat portable, vacuum cleaner sangat efektif untuk membersihkan debu dan kotoran, terutama pada karpet dan permukaan yang sulit dijangkau.
- Squeegee: Alat ini digunakan untuk menghapus sisa-sisa air dan membersihkan permukaan kaca dengan hasil yang maksimal.
- Spray Bottle: Botol semprot sangat berguna untuk mengencerkan produk pembersih atau air, sehingga memudahkan dalam menyebarkan cairan tersebut ke permukaan yang akan dibersihkan.
5. Penyimpanan dan Transportasi
Dalam melakukan layanan bersih-bersih, memerlukan cara untuk menyimpan dan mengangkut peralatan. Beberapa solusi yang dapat digunakan adalah:
- Troli Pembersih: Troli ini berguna untuk membawa semua peralatan dan produk pembersih sekaligus, sehingga memudahkan dalam berpindah dari satu ruangan ke ruangan lainnya.
- Koper atau Tas Pembersih: Koper atau tas dapat digunakan untuk menyimpan alat-alat kecil seperti kain mikrofiber, sarung tangan, dan masker. Memiliki tas khusus untuk alat-alat ini akan membantu dalam menjaga kerapihan.
Menjadi cleaning service yang profesional membutuhkan lebih dari sekadar keterampilan dalam membersihkan. Memiliki peralatan yang tepat dan lengkap menjadi kunci untuk memberikan layanan yang berkualitas.
Dengan peralatan yang memadai, seorang cleaning service tidak hanya akan memberikan hasil kerja yang bersih dan memuaskan, tetapi juga menjaga keselamatan dan kesehatan diri selama proses kerja.
Dengan persiapan yang baik, cleaning service dapat memberikan pelayanan maksimal kepada klien dan membangun reputasi yang baik dalam industri ini. Percayakan cleaning service ke BSP Alih Daya. []
Etika Seorang Cleaning Service Saat Bekerja di Dalam Kantor
BSP ALIH DAYA | Kebersihan di lingkungan kantor merupakan hal yang sangat penting untuk menciptakan suasana kerja yang nyaman dan produktif. Layanan kebersihan atau cleaning service memiliki peran yang krusial dalam menjaga kebersihan dan kerapihan ruang kerja.
Untuk menjaga suasana tetap rapi dan nyaman, etika layanan kebersihan perlu dipahami dan diterapkan baik oleh penyedia jasa maupun oleh karyawan di kantor. Kali ini kita akan membahas etika yang harus dipegang oleh layanan kebersihan saat bekerja di dalam kantor.
Pentingnya Etika dalam Layanan Kebersihan
Etika adalah standar atau norma yang menjadi pedoman dalam bertindak dan berperilaku. Dalam konteks layanan kebersihan, etika membantu menjaga profesionalisme, menghormati privasi, dan menciptakan hubungan yang harmonis antara petugas kebersihan dan karyawan kantor. Dengan mengedepankan etika, layanan kebersihan dapat beroperasi secara efektif tanpa mengganggu kegiatan sehari-hari di kantor.
1. Menghormati Privasi Karyawan
Salah satu aspek terpenting dalam etika layanan kebersihan adalah menghormati privasi karyawan. Petugas cleaning service harus memahami bahwa kantor adalah tempat kerja yang sering kali memiliki informasi sensitif dan ruang pribadi. Oleh karena itu, mereka harus:
- Tidak Membuka Dokumen Pribadi: Petugas kebersihan harus menghindari membuka atau membaca dokumen yang tidak berhubungan dengan pekerjaan mereka.
- Menjaga Ruang Pribadi: Jika ada ruangan yang dianggap pribadi oleh karyawan, petugas harus meminta izin sebelum masuk.
2. Komunikasi yang Baik
Komunikasi adalah kunci dalam menjaga hubungan yang baik antara petugas kebersihan dan karyawan. Petugas cleaning service harus:
- Memberitahukan Jadwal Kerja: Berkomunikasi dengan pihak manajemen tentang jadwal pembersihan bisa membantu menghindari gangguan pada saat karyawan sedang bekerja.
- Menggunakan Bahasa yang Sopan: Petugas harus menggunakan bahasa yang sopan dan profesional saat berinteraksi dengan karyawan.
3. Profesionalisme dalam Melaksanakan Tugas
Profesionalisme harus menjadi landasan dalam setiap tindakan petugas cleaning service. Beberapa cara untuk menunjukkan profesionalisme adalah:
- Berpakaian Rapi: Petugas harus mengenakan seragam yang bersih dan rapi sebagai identitas mereka.
- Menggunakan Alat Kebersihan yang Tepat: Menggunakan peralatan dan produk pembersih yang sesuai dapat meningkatkan efisiensi kerja dan memastikan keamanan lingkungan kerja.
4. Tanggung Jawab dan Keandalan
Petugas layanan kebersihan harus bertanggung jawab terhadap pekerjaan yang mereka laksanakan. Hal ini mencakup:
- Menjaga Konsistensi Pembersihan: Pembersihan harus dilakukan secara konsisten sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.
- Melaporkan Kerusakan: Jika menemukan kerusakan atau gangguan di area kantor, petugas harus melaporkannya kepada pihak terkait untuk tindakan lebih lanjut.
5. Menjaga Kebersihan Saat Bekerja
Salah satu tanggung jawab utama petugas cleaning service adalah menjaga kebersihan area kantor. Untuk itu, mereka perlu:
- Bersihkan Ruangan Secara Menyeluruh: Mengutamakan pembersihan area bekerja, ruang rapat, dapur, dan toilet dengan baik.
- Menggunakan Metode yang Aman: Memastikan bahwa produk pembersih yang digunakan adalah aman bagi kesehatan dan tidak mengganggu aktivitas karyawan.
6. Sikap Ramah dan Santun
Sikap ramah dapat menciptakan suasana kerja yang positif. Beberapa sikap yang dianjurkan adalah:
- Senyum dan Sapa: Menyapa karyawan yang ditemui di koridor atau ruang kerja dapat membangun hubungan yang baik.
- Bersikap Membantu: Jika karyawan membutuhkan bantuan, petugas sebaiknya bersikap siap membantu dengan cara yang sopan.
7. Menghargai Waktu Kerja Karyawan
Petugas layanan kebersihan harus menyadari bahwa karyawan memiliki waktu di mana mereka harus bekerja tanpa gangguan. Beberapa cara untuk menghargai waktu mereka adalah:
- Waktu Pembersihan yang Tepat: Melaksanakan tugas pembersihan di luar jam kerja jika memungkinkan atau ketika area tertentu sedang tidak digunakan.
- Berkhusus pada Jam Sibuk: Meminimalkan suara dan gangguan saat melakukan pekerjaan kebersihan di area yang padat karyawan.
Etika layanan kebersihan merupakan bagian fundamental dalam menciptakan lingkungan kantor yang sehat, produktif, dan harmonis.
Dengan menghormati privasi karyawan, berkomunikasi dengan baik, menunjukkan profesionalisme, dan menjaga sikap ramah, petugas cleaning service akan dapat menjalankan tugas mereka dengan efisien tanpa mengganggu kegiatan di kantor.
Kesadaran akan etika dan tanggung jawab ini tidak hanya bermanfaat bagi petugas kebersihan, tetapi juga bagi seluruh karyawan yang bekerja di lingkungan tersebut. Mari kita bersama-sama menjaga kebersihan dan kenyamanan dalam lingkungan kerja kita.[]
DPD APSI Riau Paparkan Program APSI di Kegiatan Temu BUJP
BSP ALIH DAYA | Para Pimpinan Badan Usaha Jasa Pengamanan (BUJP) yang memiliki ljin Operasional di Wilayah Hukum Polda Riau menghadiri acara Asistensi, Analisa dan Evaluasi Pelaporan Kegiatan Operasional BLJP dalam rangka Pemeliharan dan Peningkatan Kemampuan Badan Usaha Jasa Pengamanan (Harkatpuan BUJP)
Selain itu, kegiatan ini juga sebagai upaya cooling sistem pengamanan guna menciptakan kondisi yang aman dan kondusif saat digelarnya Pilkada serentak di seluruh Indonesia. Acara ini digelar pada Rabu, 4 September 2024 di Hotel Pangeran Pekanbaru.
Nampak hadir sebagai pembuka acara Dirbinmas Polda Riau Kombes Pol R.A. Kasenda. Hadir sebeagai narasumber dalam acara temu BUJP itu adalah Kasubdit bin Satpam/Polsus AKBP Raden Edi Saputra S.Ag, Ketua DPD APSI Riau Emi Efrizon, SH, Ketua ABUJAPI Riau Tagor Rifandi Silalahi.
Dalam acara itu, Ketua APSI Riau Emi Efrizon memaparkan seputar sosialisasi program APSI kepada para BUJP dan peserta yang hadir, mulai dari sejarahnya hingga pencapaian selama dua tahun ini serta rencana kegiatan APSI ke depan.[]
Peran Penting Cleaning Service dalam Menangani Insiden di Kantor
BSP ALIH DAYA | Dalam dunia bisnis yang serba cepat, kebersihan dan kenyamanan lingkungan kerja adalah aspek penting yang tidak boleh diabaikan. Salah satu pilar utama dalam menjaga kebersihan di sebuah kantor adalah cleaning service.
Namun, tanggung jawab mereka tidak hanya terbatas pada menjaga kebersihan rutin. Cleaning service juga harus sigap dan responsif saat terjadi insiden di kantor. Kali ini kita akan membahas bagaimana cleaning service seharusnya bersikap dan bertindak dalam situasi tersebut.
1. Pemahaman Terhadap Jenis Insiden
Cleaning service harus memiliki pengetahuan yang cukup tentang berbagai jenis insiden yang mungkin terjadi di lingkungan kantor. Beberapa insiden umum yang perlu diwaspadai antara lain:
- Tumpahan Cairan: Tumpahan kopi, air, atau bahan kimia bisa menimbulkan bahaya jika tidak segera dibersihkan.
- Kecelakaan Fisik: Terjatuhnya barang atau kecelakaan lain yang bisa menyebabkan cedera.
- Insiden Kesehatan: Seperti adanya bahan berbahaya atau penularan penyakit.
Dengan memahami jenis insiden ini, cleaning service dapat merespons dengan cara yang sesuai dan efektif.
2. Pelatihan dan Kesiapsiagaan
Kesiapan cleaning service dalam menghadapi insiden dimulai dari pelatihan yang tepat. Pengusaha harus memastikan bahwa seluruh petugas cleaning service mendapatkan pelatihan yang menyeluruh tentang prosedur tanggap darurat, teknik pembersihan yang aman, serta penggunaan alat dan bahan pembersih yang benar.
Pelatihan juga harus mencakup bagaimana menghadapi situasi darurat, termasuk:
- Edukasi tentang keselamatan kerja: Menyediakan informasi tentang peralatan keselamatan pribadi (APD) saat bersih-bersih.
- Prosedur pelaporan incident: Menjelaskan langkah-langkah untuk melaporkan insiden kepada pihak berwenang di kantor.
3. Respons Cepat dan Tepat
Dalam menghadapi insiden, kecepatan respons dari cleaning service sangat penting. Setiap detik dapat berarti mengurangi dampak dari insiden tersebut.
- Identifikasi Insiden: Segera setelah insiden terjadi, cleaning service harus mampu mengidentifikasi sifat insiden dan seberapa cepat langkah-langkah pembersihan perlu dilakukan.
- Tindakan Proaktif: Mengingat beberapa insiden dapat menimbulkan risiko lebih lanjut, cleaning service harus siap mengambil tindakan pencegahan untuk menghindari situasi yang lebih buruk, seperti menutup area yang teraffected dan memberi tanda peringatan kepada karyawan lain.
4. Menggunakan Alat dan Bahan yang Tepat
Cleaning service harus menggunakan peralatan modern dan bahan pembersih yang aman untuk lingkungan kerja. Misalnya:
- Alat Pembersih untuk Tumpahan: Memiliki peralatan seperti penyedot debu atau mesin pembersih serbaguna yang dapat dengan cepat menangani tumpahan.
- Bahan Pembersih Ramah Lingkungan: Memilih bahan pembersih yang tidak hanya efektif tetapi juga aman bagi kesehatan pengguna dan lingkungan.
5. Kerja Sama dengan Tim Lain
Cleaning service tidak berjalan sendiri. Mereka memerlukan kerja sama yang baik dengan departemen lain dalam perusahaan, terutama ketika terjadi insiden yang lebih besar. Tim HR, petugas satpam, dan manajer fasilitas perlu berkolaborasi untuk menangani situasi tersebut dengan baik.
- Koordinasi dalam Pelaporan: Setelah incident terjadi, penting untuk membuat laporan yang komprehensif yang dapat dijadikan alat evaluasi untuk perbaikan di masa depan.
- Menyampaikan Informasi yang Diperlukan: Cleaning service harus memberikan informasi yang relevan kepada pihak manajeman sehingga keputusan yang tepat bisa diambil.
6. Evaluasi Setelah Insiden
Setelah menangani insiden, penting bagi cleaning service untuk melakukan evaluasi menyeluruh mengenai tindakan yang telah diambil. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan prosedur di masa yang akan datang.
- Review Prosedur: Mengevaluasi efektivitas langkah-langkah yang telah diambil, apakah cepat dan sesuai dalam menangani insiden.
- Peningkatan Proses Pelatihan: Berdasarkan hasil evaluasi, cleaning service dapat menarik pelajaran untuk pelatihan selanjutnya, untuk memperkuat kesiapan dalam menghadapi insiden di masa mendatang.
7. Membangun Budaya Kebersihan dan Keselamatan
Peran cleaning service dalam meningkatkan budaya kebersihan dan keselamatan tidak bisa diabaikan. Dengan menunjukkan kesiapan dan respons yang cepat saat insiden terjadi, mereka memberikan contoh kepada seluruh karyawan tentang pentingnya menjaga lingkungan kerja yang bersih dan aman.
Keterlibatan cleaning service dalam aspek keamanan dan kebersihan menciptakan rasa nyaman bagi karyawan, yang pada gilirannya meningkatkan produktivitas dan kinerja perusahaan.
Cleaning service memegang peranan yang sangat vital dalam mengelola kebersihan dan keselamatan di tempat kerja. Dengan kesiapsiagaan yang baik, pelatihan yang memadai, serta kerjasama yang efektif dengan tim lain, mereka mampu mengatasi berbagai insiden yang muncul dengan sigap dan profesional.[]
APSI menjadi Wadah Organisasi untuk Satpam
BSP ALIH DAYA | Jakarta–Dalam rangka mensosialisasikan Perpol Nomor 4 Tahun 2020 dan Perpol Nomor 1 Tahun 2023, Kepolisian Negara Republik Indonesia Daerah Metropolitan Jakarta Raya menerbitkan Surat Petunjuk Pelaksanaan Perpol untuk para BUJP penyedia jasa Satpam, BUJP jasa pelatihan Satpam dan pengguna jasa Satpam wilayah Polda Metro Jaya.
Penerbitan surat petunjuk ini tertanggal 2 Agustus 2024 dengan nomor surat B/12079/VIII/OPS.4.3/2024/Ditbinmas yang ditandatangani oleh Dirbinmas Polda Metro Jaya Kombes Pol Badya Wijaya, SH, MH (sebelum diganti oleh Dirbinmas yang baru Kombes Pol, Harri Muharram Firmansyah)
Menyikapi terbitnya Surat Petunjuk dari Polda Metro Jaya ini, Ketua DPP APSI Azis Said menyampaikan terima kasih kepada Polda Metro Jaya yang telah memberikan petunjuk kepada para BUJP penyedia jasa Satpam, BUJP jasa pelatihan Satpam dan pengguna jasa Satpam wilayah Polda Metro Jaya.
“Terbitnya surat petunjuk ini menegaskan bahwa APSI adalah bisa menjadi tempat para anggota Satpam untuk berserikat. Karena satpam adalah kelompok Profesi Pengemban Fungsi Kepolisian Terbatas Non Yustisial yang diatur pada Peraturan Kepolisian RI Nomor 4 Tahun 2020, sehingga Satpam saat ini adalah sebuah Profesi,” ungkapnya.
Sebagai sebuah profesi, tambah Azis, anggota Satpam telah memiliki wadah berorganisasi yang telah terregistrasi di Baharkam Polri yaitu Asosiasi Profesi Satpam Indonesia atau yang disingkat APSI. “Semoga dengan terbitnya surat petunjuk ini bisa memberikan ruang berorganisasi bagi Satpam di Indonesia,” paparnya kepada Jurnal Security, Rabu (28/08).
Dengan terbitnya Surat Petunjuk Polda Metro Jaya ini, menambah banyak Polda yang menerbitkan surat serupa untuk bisa dilaksanakan oleh BUJP, Satpam dan pemakai jasa Satpam. “Saat ini sudah ada lima Polda yang menerbitkan surat,” jelasnya.
Adapun Polda yang telah menerbitkan surat petunjuk ini adalah Polda Jambi, Polda Jawa Barat, Polda Riau, Polda Sumatera Utara, dan Polda Metro Jaya. “Harapannya Polda lain bisa menyusul menerbitkan surat agar satpam memiliki wadah berorganisasi melalui APSI,” tuturnya.[]
PMJ Terbitkan Surat Petunjuk tentang Satpam Berorganisasi
BSP ALIH DAYA | Jakarta–Dalam rangka mensosialisasikan Perpol Nomor 4 Tahun 2020 dan Perpol Nomor 1 Tahun 2023, Kepolisian Negara Republik Indonesia Daerah Metropolitan Jakarta Raya menerbitkan Surat Petunjuk Pelaksanaan Perpol untuk para BUJP penyedia jasa Satpam, BUJP jasa pelatihan Satpam dan pengguna jasa Satpam wilayah Polda Metro Jaya.
Penerbitan surat petunjuk ini tertanggal 2 Agustus 2024 dengan nomor surat B/12079/VIII/OPS.4.3/2024/Ditbinmas yang ditandatangani oleh Dirbinmas Polda Metro Jaya Kombes Pol Badya Wijaya, SH, MH (sebelum diganti oleh Dirbinmas yang baru Kombes Pol, Harri Muharram Firmansyah)
Bahwa diinformasikan hasil pemantauan di lapangan yang dilaksanakan oleh Polda Metro Jaya, masih banyak ditemukan beberapa hal sebagai berikut:
a. BUJP/ Pengguna Satpam masih menggunakan anggota Satpam yang belum mengikuti Pelatihan Satpam;
b. Penggunaan Seragam Satpam (baju dikeluarkan) dan atribut tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku;
c. Penggunaan Media Sosial (Tiktok, Instagram, facebook, Youtube dan lain sebagainya) oleh anggota Satpam yang tidak sesuai dengan Etika Profesi Satpam.
Sehubungan dengan hal di atas, dengan ini disampaikan kepada para Dir, agar memperhatikan hal- hal sebagai berikut:
a. untuk anggota Satpam BUJP/Pengguna Satpam yang belum mengikuti pelatihan Satpam, maka diwajibkan untuk Pelatihan Satpam Kualifikasi Gada Pratama;
b. penggunaan baju seragam (berwarna krem) dan harus sesuai dengan ketentuan Peraturan Kepolisian Nomor 1 Tahun 2023 tentang Pengamanan Swakarsa. TMT 1 Januari 2024 seluruh anggota Satpam di wilayah hukum Polda Metro Jaya menggunakan seragam Satpam berwarna krem;
c. penggunaan seragam Satpam hanya boleh digunakan oleh anggota Satpam yang sudah mengikuti pelatihan Satpam;
d. menghimbau kepada anggota Satpamnya, agar menggunakan Media Sosial (Tiktok, Instagram, facebook, Youtube dan lain sebagainya) untuk tidak melanggar etika yang dapat menurunkan martabat Profesi Satpam;
e. anggota Satpam bukan anggota Serikat Pekerja (SPSI, PBSI, dan/ atau sejenisnya) dan tidak dibenarkan menjadi anggota Organisasi Serikat Pekerja;
f. anggota Satpam tidak boleh bergabung dengan Demo Buruh, karena Satpam adalah kelompok Profesi Pengemban Fungsi Kepolisian Terbatas Non Yustisial yang diatur pada Peraturan Kepolisian RI Nomor 4 Tahun 2020, sehingga Satpam saat ini adalah sebuah Profesi;
g. anggota Satpam tetap boleh berserikat dan untuk menampung aspirasi serta kepentingan anggota Satpam telah diatur dalam Peraturan Kepolisian RI Nomor 4 Tahun 2020, yaitu melalui Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI).
Apabila arahan di atas tidak diindahkan, maka akan dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan Peraturan Kepolisian RI Nomor 4 tahun 2020 tentang Pengamanan Swakarsa.[]