- marketing@bspguard.com
- 0804-1-277-277
- GRAHA BSP, JL. DEWI SARTIKA NO. 4A, CILILITAN
Tips agar Satpam Tidak Cepat Lapar dan Haus saat Puasa
BSP ALIH DAYA | Jakarta — Puasa Ramadan di Indonesia setidaknya berlangsung kurang lebih 12 jam setiap hari selama sebulan. Karenanya, satpam yang bertugas harus memperhatikan pola makan demi kelancaran ibadah puasa dan aktivitas di bulan Ramadan.
Berikut beberapa tips puasa agar para petugas satpam tidak mudah lapar dan haus, serta badan tetap bugar selama bulan Ramadhan sebagaimana Jurnal Security kutip dari detik.com.
1. Tetap terhidrasi
Asupan air saat berpuasa sangat penting untuk tubuh. Karena selama puasa, kita akan terus beraktivitas tanpa minum air putih. Oleh karenanya, minum air putih yang cukup sangat dianjurkan.
Selain air putih, agar tubuh tetap terhidrasi bisa juga mengonsumsi beberapa buah yang kaya air. Seperti semangka, jeruk, stroberi, hingga melon. Buah itu bisa disantap begitu saja atau dijadikan olahan jus yang menyegarkan.
2. Siapkan menu sahur sebelum tidur
Sebaiknya jangan bangun lebih awal agar bisa memasak untuk sahur. Lebih baik menyiapkan menu makan sahur sebelum tidur, agar tubuh tidak terasa lelah dan menyebabkan rasa lapar saat menjalani puasa.
Anda bisa membuat menu sahur sederhana. Seperti olahan telur atau sayur bening yang praktis dibuat. Olahan telur mengandung protein tinggi, sedangkan sayur bening mengandung serat yang baik untuk tubuh.
3. Konsumsi makanan tinggi protein
Selama berpuasa, asupan protein juga harus tercukupi agar tubuh tetap sehat. Selain itu, menyantap makanan dengan kandungan protein yang tinggi juga bisa membuat rasa kenyang tahan lebih lama. Dikarenakan proses mencernanya yang lambat.
Makanan tinggi protein memiliki jumlah kalori yang lebih rendah dibandingkan dengan lemak. Adapun makanan tinggi protein yang baik dikonsumsi saat sahur adalah telur, ikan, ayam, tempe, dan tahu.
4. Istirahat cukup
Setelah menyelesaikan sahur dan ibadah, kamu harus langsung tidur selama beberapa jam. Karena, istirahat yang cukup dapat membantu mengurangi pembakaran kalori.
Istirahat yang cukup juga penting agar Anda tetap merasa segar selama berpuasa.
5. Hindari makan junk food
Junk food atau makanan siap saji memang pilihan praktis dan enak untuk disantap. Apalagi untuk mereka yang malas masak atau tinggal di kost-an. Namun, saat sahur sebaiknya kamu menghindarinya.
Karena makanan siap saji mengandung garam yang tinggi sehingga dapat menyebabkan ketidakseimbangan asupan natrium dalam tubuh. Kandungan lemak pada makanan siap saji atau junk food juga bisa membuat rasa lapar datang lebih cepat.
6. Jangan tergesa-gesa saat makan
Saat makan, perlu waktu 20 menit bagi hormon menyampaikan pesan ke otak bahwa kita sudah merasa tidak lapar alias kenyang. Agar rasa lapar tidak cepat datang, minumlah sedikit air di tengah-tengah makan.
7. Tenang
Stres meningkatkan hormon kortisol hingga menyebabkan bertambahnya berat badan di sekitar perut karena nafsu makan yang meningkat.
Ketika stres muncul, coba alihkan dengan olahraga, meditasi, latihan bernapas, mendengarkan musik untuk mengalihkan pikiran dari berbagai macam makanan.[lian]
Ikut BPJS Ketenagakerjaan, Satpam Meninggal dapat Dana Jaminan Kematian
BSP ALIHDAYA | Jakarta – Belum lama ini, petugas keamanan alias satpam komplek yang berada di wilayah Mampang, Jakarta Selatan, Sa’adih menghembuskan nafas terakhirnya akibat penyakit jantung.
Beruntung, Sa’adih merupakan peserta BPJS Ketenagakerjaan yang baru terdaftar sejak 1 bulan yang lalu. Sehingga keluarganya layak menerima santunan jaminan kematian dari BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Jakarta Menara Jamsostek.
Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Jakarta Menara Jamsostek, Mohamad Irfan mengungkapkan duka cita yang mendalam sekaligus menyerahkan hak ahli waris berupa manfaat jaminan sosial ketenagakerjaan yaitu santunan jaminan kematian senilai total Rp 42 juta.
Kegiatan simbolis ini dilakukan langsung oleh staff BPJS Ketenagakerjaan yang datang langsung ke kediaman almarhum di Depok.
Manfaat tersebut terdiri dari santunan kematian sebesar Rp 20 juta, Biaya pemakaman sebesar Rp 10 juta, dan santunan berkala untuk 24 bulan yang dibayarkan sekaligus dengan jumlah Rp 12 juta.
“Dari data yang kami miliki almarhum merupakan peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan dengan kepesertaan sejak 1 bulan kemaren. Oleh karena itu kami bergerak cepat untuk membayarkan manfaat kepada ahli waris agar mereka dapat melanjutkan hidupnya dengan layak setelah ditinggal oleh tulang punggungnya,” terang Irfan.
Sementara istri almarhum Sa’adih, Amih mengucapkan terima kasih dan bersyukur atas perhatian yang diberikan oleh BPJS Ketenagakerjaan kepadanya dan keluarga.
“Semoga impian almarhum untuk anak-anak sampai kuliah bisa tercapai. Semoga almarhum husnul khotimah dan tenang,” kata Amih.[]